Showing posts with label SKRIPSI AKUNTANSI PERBANKAN. Show all posts
Showing posts with label SKRIPSI AKUNTANSI PERBANKAN. Show all posts

Wednesday, October 15, 2014

JUDUL SKRIPSI AKUNTANSI PERBANKAN TERBARU PENGARUH RISIKO KREDIT DAN TINGKAT KECUKUPAN MODAL TERHADAP TINGKAT PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN PERBANKAN

Pengaruh Risiko Kredit dan Tingkat Kecukupan Modal Terhadap Tingkat Profitabilitas pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh risiko kredit yang diukur dengan Non Performing Loan, dan kecukupan modal yang diukur dengan Capital Adequacy Ratio terhadap tingkat profitabilitas yang diukur dengan Return On Asset pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI tahun 2010 sampai dengan tahun 2012. Seddangkan sampel penelitian ini ditentukan dengan metode purposive sampling sehingga diperoleh 24 perusahaan sample. Jenis data yang digunakan adalah data ekunder yang diperoleh dari www.idx.co.id. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil analisis regresi berganda dengan tingkat signifikansi 5%, maka hasil penelitian ini menyimpulkan (1) secara simultan seluruh variabel independen (Non performing Loan dan Capital adequacy Ratio) berpengaruh signifikansi terhadap ROA. (2) non performing loan mempunyai pengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap tingkat profitabilitas pada perusahaan perbankan yang terdaftar di bursa efek indonesia dan (3) capital adequacy ratio mempunyai pengaruh positif ddan signifikan terhadap tingkat profitabilitas pada perusahaan perbankan yang terdaftar di bursa efek indonesia.

ABSTRACT

This study aimed to examine the effect of credit risk, as measured by non performing loan, and capital adequacy ratio as measured by capital adequacy ratio to the level of profitability ( retun on asset) in the banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). The population in this study are all banking companies listed on Indonesia Stock Exchange in 2010 until 2012. While the sample was determined by the method of purposive sampling to obtain a sample of 21 companies. Types of data used is secondary data obtained from www.idx.co.id. The method of analysis used is multiple regresion analysis. Based on analysis of multiple regression analysis with a significance level of 5%, the result of this study concluded : (1) From the result of the study the simultant of all dependent variable independen (Non performing Loan and Capital adequacy Ratio) influence significant to ROA.. (2) Non Performing Loan has a positive but have no significant effect on the level of profitabilityin the banking companies listed on Indonesia Stock Exchange. (2) capital adequacy ratio has positive and significant effect on the level of profitabilityin the banking companies listed on Indonesia Stock Exchange.


BAB I
PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang Masalah

Industri perbankan memegang peranan penting bagi pembangunan ekonomi sebagai financial intermediary atau perantara pihak yang kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia No. 10 tahun 1998 tentang perbankan bahwa bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Bank merupakan lembaga intermediasi bagi pihak yang kelebihan dana dengan pihak yang kekurangan dana. Dimana bank memiliki beberapa fungsi, salah satunya adalah agent of trust. Agent of trust berarti dalam kegiatan usahanya bank mengandalkan kepercayaan (trust) masyarakat. Masyarakat percaya bahwa uangnya tidak akan disalahgunakan oleh bank, uangnya akan dikelola dengan baik dan bank tidak akan bangkrut (Sigit Triandaru dan Totok Budisantoso, 2008:9).

Tingkat kesehatan bank adalah penilaian atas suatu kondisi laporan keuangan bank pada periode dan saat tertentu sesuai dengan standar Bank Indonesia (Riyadi, 2003:149). Untuk menilai kesehatan suatu bank dapat diukur dengan berbagai metode. Penilaian kesehatan akan berpengaruh terhadap kemampuan bank dan loyalitas nasabah terhadap bank yang bersangkutan. Salah satu alat untuk mengukur kesehatan bank adalah dengan analisis 5 aspek, yaitu Capital, Assets, Management, Earning, Liquidity. Aspek-aspek tersebut kemudian dinilai dengan menggunakan rasio keuangan sehingga dapat menilai kondisi keuangan perusahaan perbankan (Kasmir, 2008:273). Diantara aspek pengukuran kesehatan tersebut terdapat beberapa aspek yang akan diteliti diantaranya aspek capital (permodalan) dapat dinilai melalui Capital Adequacy Ratio (CAR), aspek assets dinilai dengan Non Performing Loan (NPL), aspek earning meliputi Return On Asset (ROA).

Untuk bisa menjaga kepercayaan masyarakat, maka bank harus menjaga kinerja keuangannya. Kinerja keuangan bank dapat dinilai dari beberapa indikator. Salah satu indikator utama yang dijadikan dasar penilaian adalah laporan keuangan bank yang bersangkutan. Berdasarkan laporan keuangan akan dapat dihitung sejumlah rasio keuangan yang lazim dijadikan dasar penilaian tingkat kesehatan bank. Rasio keuangan adalah hasil perhitungan antara dua macam data keuangan bank, yang digunakan untuk menjelaskan hubungan antara kedua data keuangan tersebut yang pada umumnya dinyatakan secara numerik,baik dalam bentuk persentase atau kali (riyadi,2003:155).

Skripsi yang berjudul “Pengaruh Risiko Kredit Dan Tingkat Kecukupan Modal Terhadap Tingkat Profitabilitas Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia” ini dapat sobat download lengkap dengan mengklik tombol download ini. Download juga skripsi lengkap yang lain sebagai referensi sobat menyusun skripsi. SEMANGAT..!!!!!

Download bab1
Download bab2
Download bab3-4
Download daftar pustaka
Download Lampiran



Sunday, July 6, 2014

KUMPULAN JUDUL SKRIPSI AKUNTANSI PERBANKAN TERBARU 2014

ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA BANK PEMERINTAH DAN BANK SWASTA YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2010-2012

BAB 1

PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang

Sebagai salah satu lembaga keuangan, perbankan mempunyai peranan penting dalam kehidupan perekonomian suatu negara, tidak hanya di Indonesia, dibanyak negara industri, perbankan sangat dibutuhkan terutama dalam pembiayaan aktivitas yang berhubungan dengan uang. Sektor industri yang ditopang pertumbuhannya oleh bank, contohnya sektor real estate & property, sektor pertanian, sektor perdagangan, bahkan di negara maju, sektor perbankan menjadi sektor utama yang menunjang perekonomian negara tersebut.
Bank merupakan perusahaan keuangan yang bergerak dalam memberikan layanan keuangan yang mengandalkan kepercayaan dari masyarakat dalam mengelola dananya (Kasmir, 2008). Industri perbankan sangat berpengaruh bagi dunia usaha dimana banyak orang dan organisasi yang memanfaatkan jasa bank untuk menyimpan dan meminjam dana. Bank sebagai lembaga kepercayaan memiliki kedudukan yang sangat penting dalam mendukung pembangunan nasional karena setiap aspek kegiatan operasionalnya memiliki kaitan yang erat dengan perekonomian nasional.
Perkembangan dunia perbankan di era modern seperti sekarang ini berkembang dengan sangat pesat. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya bank-bank yang beroperasi. Kehadiran bank-bank tersebut membuat persaingan dalam industri perbankan semakin ketat. Persaingan yang ketat ini menuntutsetiap bank untuk menjaga dan meningkatkan kinerja perusahaan agar dapat bertahan di industri perbankan. Setiap bank selalu berharap untuk tetap bertahan dan bersaing dalam dunia perbankan dalam rangka memajukan sektor perekonomian suatu negara, dengan menjalankan fungsi intermediasi dan menghasilkan profitabilitas dengan baik, maka dengan sendirinya para calon investor atau nasabah akan memilih bank tersebut sebagai sarana penanaman aset atau modalnya.
Kegiatan bank dapat dikatakan berhasil apabila bank dapat mencapai sasaran bisnis yang telah ditetapkan sebelumnya, oleh karena itu bank harus memiliki kinerja yang baik dari semua aktivitas usahanya. Hal tersebut hanya mungkin dilaksanakan dengan baik apabila bank memiliki kinerja keuangan yang baik dan mampu meningkatkan kinerjanya. Kinerja keuangan bank merupakan bagian dari kinerja bank secara keseluruhan (Abdullah, 2005).
Kinerja bank merupakan hal yang penting untuk mengukur kemampuan bank dalam mengelola dan memberdayakan sumber daya yang ada untuk mendapatkan laba yang ditargetkan. Kinerja keuangan bank dapat dilihat dari laporan keuangan bank. Laporan keuangan menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu (Harahap, 2013). Laporan ini sangat berguna terutama bagi pemilik, manajemen, pemerintah, dan masyarakat sebagai nasabah, guna mengetahui kondisi bank tersebut pada waktu tertentu (Kasmir, 2008).
Dalam Undang-Undang Perbankan No. 10 Tahun 1998 telah ditegaskan bahwasanya Bank Indonesia mempunyai wewenang untuk mengadakan penilaian terhadap kinerja suatu bank yang dapat dilakukan dengan cara melakukan analisis terhadap laporan keuangannya. Analisis tersebut dapat dijadikan sebagai acuan bagi para investor untuk mengetahui kondisi suatu bank sebelum investor tersebut mengambil keputusan apakah akan menanamkan modalnya di bank, atau apakah bank mengalami peningkatan atau penurunan terhadap kinerja keuangannya. Alat analisis laporan keuangan yang paling populer dan banyak digunakan adalah analisis rasio keuangan. Rasio keuangan merupakan alat utama dalam analisis keuangan, yang dapat digunakan untuk melihat kondisi keuangan perusahaan. Rasio-rasio yang digunakan dalam penelitian ini adalah Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan gross (NPL gross), Return On Asset (ROA), dan Loan to Deposit Ratio (LDR)
Capital Adequacy Ratio (CAR) merupakan rasio keuangan yang berkaitan dengan permodalan bank dimana besarnya modal suatu bank mempengaruhi bank dalam menjalankan kegiatannya secara efisien. Apabila modal yang dimiliki suatu bank tersebut mampu menutupi kerugian-kerugian yang timbul, hal tersebut menandakan bahwa bank dapat mengelola seluruh kegiatannya secara efisien, sehingga kekayaan bank diharapkan akan semakin meningkat. Dengan demikian, Capital Adequacy Ratio ini juga merupakan hal yang penting dalam menentukan kinerja suatu bank.
Non Performing Loan gross (NPL gross) merupakan rasio keuangan yang berkaitan dengan kredit bermasalah, dimana kredit ini menggambarkan kerugian yang dialami bank dikarenakan tidak terlunasinya kembali kredit yang diberikan bank kepada debitur. Rasio NPL gross ini tidak memperhitungkan penyisihan yang dibentuk untuk mengantisipasi kerugian. Suatu bank yang mempunyai NPL gross yang tinggi tentu akan memperbesar biaya, baik biaya pencadangan aktiva produktif maupun biaya lainnya, dengan kata lain semakin tinggi NPL gross suatu bank, maka hal tersebut akan mengganggu kinerja bank tersebut.
Return On Asset (ROA) merupakan bagian dari rasio rentabilitas yang menunjukkan tingkat kemampuan bank untuk memperoleh laba dari aktivitas usahanya. ROA yang semakin besar, menunjukkan kinerja bank yang semakin baik karena tingkat pengembalian (return) yang semakin besar. Oleh karena itu ROA merupakan rasio yang tepat digunakan untuk mengukur kinerja bank dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan aktiva yang dimilikinya.

Loan to Deposit Ratio (LDR) merupakan rasio likuiditas yang mengukur kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. LDR bank yang semakin tinggi mencerminkan laba bank yang semakin meningkat (dengan asumsi bank tersebut mampu menyalurkan kreditnya dengan efektif), dengan meningkatnya laba suatu bank tentu akan meningkatkan kinerja bank tersebut. Menurut Krisna (2008) menyatakan bahwa sebesar apapun aset suatu bank jika kondisi likuiditasnya terancam, maka saat itu juga bank akan mengalami kesulitan dalam penarikan dana yang dilakukan oleh pihak deposan. Terlebih dalam menghadapi rush (penarikan secara serentak dari para deposan), bank harus selalu siap dana likuiditas. Maka dapat disimpulkan bahwa besar kecilnya rasio LDR suatu bank akan mempengaruhi kinerja bank tersebut.

NB : Jika Sobat Ingin Skripsi ini secara lengkap, tulis coment dibawah ya, Terima Kasih

Saturday, July 5, 2014

KUMPULAN JUDUL SKRIPSI AKUNTANSI TERBARU 2014 PERBANKAN LENGKAP

Pengaruh Jumlah ATM, Net Interest Margin (NIM), Non Performing Loan (NPL) Terhadap Earning Per Share (EPS) pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Industri perbankan memegang peranan penting bagi pembangunan ekonomi sebagai Financial Intermediary atau perantara pihak yang kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana sesuai Undang-Undang Republik Indonesia No. 10 tahun 1998 tentang perbankan pasal 1 ayat ( 3) : “Bank Umum merupakan bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran”.

Persaingan yang ketat dalam upaya penghimpunan dana yang dilakukan perbankan mulai meningkat sejak dikeluarkannya keputusan pemerintah mengenai deregulasi perbankan tahun 1988. Semakin ketatnya persaingan tersebut, terutama disebabkan karena bertambahnya jumlah bank baru, disertai dengan munculnya produk-produk tabungan dan deposito yang semakin menawarkan keuntungan yang lebih baik. Mengingat dana yang diperoleh menjadi salah satu faktor yang mendukung kegiatan usaha bank, terutama untuk kebutuhan penyediaan fasilitas kredit maka bank akan berupaya untuk mendapatkan dana tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penjualan saham di pasar modal.

Bank membutuhkan dana yang lebih besar di dalam perkembangannya. Banyak para pelaku perbankan berpendapat bahwa kekurangan dana tersebut menjadikan go public sebagai pilihan terbaik, menghimpun dana masyarakat dari penjualan saham di bursa efek. Pasar modal dapat didefenisikan sebagai pasar untuk berbagai instrumen keuangan ( sekuritas) jangka panjang yang bisa diperjualbelikan dalam bentuk hutang maupun modal sendiri, baik yang diterbitkan oleh pemerintah, public-authorities, maupun perusahaan swasta (Jogiyanto,2000).
Investor tertarik untuk berinvestasi di pasar modal karena adanya keterbukaan informasi. Salah satu informasi yang diperlukan di pasar modal adalah laporan keuangan perusahaan, yang didalamnya terdapat laba bersih perusahaan. Pada dasarnya laporan keuangan merupakan salah satu sumber informasi penting yang digunakan oleh investor dalam menilai kinerja perusahaan.

Pada umumnya dalam menanamkan modalnya investor mengharapkan manfaat yang akan dihasilkan dalam bentuk laba per lembar saham (EPS). Sedangkan jumlah laba per lembar saham (EPS) yang didistribusikan kepada para investor tergantung pada kebijakan perusahaan dalam hal pembayaran deviden. Laba per lembar saham (EPS) dapat menunjukan tingkat kesejahteraan perusahaan, jadi apabila laba per lembar saham (EPS) yang dibagikan kepada para investor tinggi maka menandakan bahwa perusahaan tersebut mampu memberikan tingkat kesejahteraan yang baik kepada pemegang saham, sedangkan laba per lembar saham (EPS) yang dibagikan rendah maka menandakan bahwa perusahaan tersebut gagal memberikan kemanfaatan sebagaimana diharapkan oleh pemegang saham.Secara singkat dapat peneliti simpulkan bahwa semakin tinggi nilai EPS tentu saja akan menyenangkan pemegang saham, karena semakin besar laba yang disediakan untuk pemegang saham.

Tujuan pendirian sebuah perusahaan adalah untuk memperoleh laba sehingga perusahaan akan semakin flexible dalam melakukan kegiatan operasionalnya. Perubahan laba yang terus meningkat atau dengan kata lain perubahan laba yang tinggi dapat berdampak pada aktivitas operasional bank karena mampu memperkuat modal, dimana bank merupakan salah satu syarat program implementasi dari Arsitektur Perbankan Indonesia (API).

Laba suatu perusahaan digambarkan oleh harga saham dan nilai perusahaan digambarkan oleh harga saham. Sedangkan dividen merupakan salah satu alat ukur untuk mengukur harga saham yang didalamnya terdapat nilai intrinsik yang akan menggambarkan harga saham.


*NB : Jika Sobat Ingin Skripsi ini secara lengkap, tulis coment dibawah ya, Terima Kasih

Sunday, June 29, 2014

CONTOH SKRIPSI AKUNTANSI PERBANKAN TERBARU LENGKAP PENGARUH KECUKUPAN MODAL DAN KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF TERHADAP RENTABILITAS BANK

PENGARUH KECUKUPAN MODAL DAN KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF TERHADAP RENTABILITAS BANK

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Bagaimana kecukupan modal, kualitas aktiva produktif dan rentabilitas bank, (2) Bagaimana pengaruh kecukupan modal secara parsial terhadap rentabilitas bank, (3) Bagaimana pengaruh kualitas aktiva produktif secara parsial terhadap rentabilitas bank, (4) Bagaimana pengaruh kecukupan modal dan kualitas aktiva produktif secara simultan terhadap rentabilitas bank. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis dengan pendekatan studi kasus. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis) dan pengujian hipotesis secara parsial dengan menggunakan uji t dan secara simultan dengan menggunakan uji F. Data diambil dari laporan keuangan triwulan PT. BPR BPR POLADANA Tasikmalaya periode Maret 2010 – periode September 2012. Berdasarkan hasil pengolahan data menunjukkan bahwa : (1) kecukupan modal secara parsial berpengaruh tidak signifikan terhadap rentabilitas bank, (2) kualitas aktiva produktif secara parsial berpengaruh tidak signifikan terhadap rentabilitas bank, (3) kecukupan modal dan kualitas aktiva produktif secara simultan berpengaruh tidak signifikan terhadap rentabilitas bank.

Kata kunci : kecukupan moadal, kualitas aktiva produktif, rentabilitas bank.



DOWNLOAD DKRIPSI AKUNTANSI PERBANKAN FULL TERBARU PENGARUH KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF DAN KREDIT BERMASALAH TERHADAP PROFITABILITAS PT. BANK TABUNGAN PENSIUNAN NASIONAL, Tbk” (PERIODE 2010-2012)

PENGARUH KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF DAN
KREDIT BERMASALAH TERHADAP PROFITABILITAS
PT. BANK TABUNGAN PENSIUNAN NASIONAL, Tbk”
(PERIODE 2010-2012)

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh dan hubungan Kualitas Aktiva Produktif dan Kredit Bermasalah terhadap Profitabilitas PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional, Tbk selama periode Triwulan Tahun 2010-2012.
Aktiva Produktif pada umumnya merupakan pos-pos yang paling produktif pada neraca peniliainnya dengan menggunakan Rasio KAP. Kredit Bermasalah merupakan jumlah kredit yang tidak tertagih dalam penggolongannya dikategorikan kredit yang Kurang Lancar, Diragukan dan Macet, penilaianya dengan menggunakan Rasio Non Performing Loans (NPL). Kedua variabel tersebut merupakan indikator utama PT. BTPN, Tbk dalam memperoleh Laba. Profitabilitas dapat diukur dengan menggunakan Rasio Return on Asset (ROA). Dalam penilaianya KAP dan NPL yang semakin rendah menunjukan kinerja keuangan perusahaan yang semakin baik dan berpengaruh terhadap Peningkatan ROA, semakin tinggi nilai Rasio ROA semakin Profitable perusahaan tersebut.
Hasil analisa data menunjukan nilai KAP dan NPL PT. BTPN, Tbk mampu ditekan cukup rendah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI), KAP dan NPL PT. BTPN, Tbk yang mampu ditekan berakibat pada meingkatnya Laba perusahaan. Hasil Uji Statistik Regresi Berganda dengan menggunakan bantuan software SPSS ver-16 dengan tingkat signifikansi (ɑ 0,05). Secara Simultan Kualitas Aktiva Produktif dan Kredit Bermasalah (NPL) berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas (ROA), dimana 90,5% Profitabilitas dipengaruhi oleh variabel yang diteliti dan sisanya 9,5% dipengaruhi oleh variabel yang tidak diteleti. Hasil uji Regresi Parsial menunjukan NPL berpengaruh sebesar 1,46% terhadap ROA sedangkan KAP sangat kuat yaitu sebesar 89,04% terhadap ROA.
Jika variabel KAP dan NPL bernilan 0% (nol) maka variable ROA bernilai 6%, setiap penurunan 1% variabel NPL akan meningkatkan ROA sebesar 0,62% dan setiap penurunan 1% variabel KAP akan meningkatkan ROA sebesar 1,235%. Secara keseluruhan dari hasil analisa data pada penelitian ini PT. BTPN, Tbk menunjukan kinerja keuangan yang positif dan Profitable.

Kata Kunci : Kualitas Aktiva Produktif, Kredit Bermasalah, Profitabilitas


KUMPULAN JUDUL SKRIPSI AKUNTANSI PERBANKAN PENGARUH TABUNGAN DAN DEPOSITO TERHADAP RENTABILITAS PADA BANK UMUM


PENGARUH TABUNGAN DAN DEPOSITO TERHADAP RENTABILITAS PADA
BANK UMUM

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tabungan dan deposito terhadap rentabilitas (ROA dan ROE) dan variabel mana yang paling dominan pada BRI dan BNI dan untuk menganalisis pengaruh tabungan dan deposito terhadap rentabilitas secara parsial dan simultan pada BRI dan BNI. Dalam penelitian ini tabungan dan deposito merupakan variabel bebas (X), sedangkan ROA dan ROE merupakan variabel tidak bebas (Y). Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersifat kuantitatif. Sumber data adalah laporan keuangan publikasi per triwulan selama 5 tahun, yaitu dari tahun 2003 sampai dengan 2007. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah Regresi linear berganda. Metode analisis yang digunakan adalah metode regresi linear berganda, dilanjutkan dengan uji signifikansi secara parsial dan serempak melalui uji t dan uji F. Hasil Penelitian dalam kurun waktu Desember 2005 – Desember 2007 memperoleh kesimpulan sebagai berikut : pertama, Sumber dana pihak ketiga pada bank BRI dan BNI didominasi oleh tabungan atau variabel yang paling dominan dalam mempengaruhi tingkat rentabilitas adalah tabungan. Kedua, secara parsial tabungan dan deposito mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat rentabilitas pada bank BRI dan BNI. dan dari uji F test dapat disimpulkan bahwa secara simultan tabungan dan deposito mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat rentabilitas ROA, sedangkan pada tingkat rentabilitas ROE tabungan dan deposito mempunyai pengaruh yang tidak signifikan pada bank BRI. dan pada bank BNI secara simultan tabungan dan deposito mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap tingkat rentabilitas (ROA dan ROE).

Kata Kunci : Tabungan, Deposito, ROA, ROE, Bank Umum


Friday, June 27, 2014

DOWNLOAD CONTOH SKRIPSI DAN JURNAL AKUNTANSI PERBANKAN PENGARUH LEVEL OF ASSURANCE, REPUTASI KANTOR AKUNTAN PUBLIK, STRUKTUR MODAL CALON DEBITUR, DAN UKURAN BANK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBERIAN KREDIT BANK DI INDONESIA

PENGARUH LEVEL OF ASSURANCE, REPUTASI KANTOR AKUNTAN PUBLIK,
STRUKTUR MODAL CALON DEBITUR, DAN UKURAN BANK TERHADAP
KEPUTUSAN PEMBERIAN KREDIT BANK DI INDONESIA

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah level of assurance, reputasi kantor akuntan publik, struktur modal calon debitur, dan ukuran bank mempengaruhi keputusan pemberian kredit oleh bank. Teknik analisis yang digunakan untuk memecahkan masalah tersebut adalah Chi-square test, Friedman test, dan Regresi dengan memakai alat bantu software SPSS versi 10.0. Penelitian ini membuktikan bahwa struktur modal calon debitur dan ukuran bank berpengaruh terhadap keputusan pemberian kredit bank, sedangkan variabel level of assurance dan reputasi kantor akuntan publik terbukti tidak mempengaruhi keputusan pemberian kredit bank. Dari kedua variabel tersebut, struktur modal adalah variabel yang memiliki tingkat pengaruh paling tinggi terhadap keputusan pemberian kredit bank di Indonesia.

Kata kunci: level of assurance, keputusan pemberian kredit bank



DOWNLOAD KUMPULAN SKRIPSI AKUNTANSI PERBANKAN PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL (IC) TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PERBANKAN

PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL (IC) TERHADAP KINERJA
KEUANGAN PERUSAHAAN PERBANKAN
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada zaman globalisasi ini semua sektor mangalami perubahan dan perkembangan, salah satu sektor yang mengalami perkembangan paling signifikan terjadi pada sektor bisnis. Perubahan ini membuat perusahaan perusahaan berusaha memperbaiki dan meningkatkan kinerjanya untuk dapat bertahan dan melanjutkan usahanya. Perusahaan-perusahaan harus dengan cepat mengubah strateginya dari bisnis yang didasarkan pada tenaga kerja (labor-based business) menuju knowledge based business (bisnis berdasarkan pengetahuan), sehingga karakteristik utama perusahaannya menjadi perusahaan berbasis ilmu pengetahuan. Seiring dengan perubahan ekonomi yang berkarakteristik ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dengan penerapan manajemen pengetahuan (knowledge management). Sawarjuwono (2003) berpendapat bahwa kemakmuran suatu perusahaan akan bergantung pada suatu penciptaan transformasi dan kapitalisasi dari pengetahuan itu sendiri